Tampilkan postingan dengan label Info Terbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Terbaru. Tampilkan semua postingan



Cihuuy.. Akhirnya dapat kesempatan perdana menjajal matik retro Yamaha Mio Fino. Bentuk retronya memang mirip Honda Scoopy, tapi bukan berarti follower, Fino justru sebenarnya hadir lebih awal.

Di Thailand, Yamaha Mio Fino sudah meluncur sejak tahun 2005 silam. Tapi di Indonesia baru meluncur bulan Februari 2012 ini. Sedang Honda Scoopy pertama muncul tahun 2009 di Thailand, menyusul Indonesia pada Mei 2010. Siapa yang duluan? Silahkan nilai sendiri. Biar enggak kelamaan, yuk langsung geber!

Handling
Duduk di atas joknya, rasanya tak jauh beda dengan Yamaha Fino yang sudah lebih dulu didatangkan dari Thailand. Bahkan dengan Fino jadi-jadian, modifikasi Mio Sporty atau Mio Soul berbaju Fino juga sama saja.

Joknya lebih lebar dan terasa datar begitu juga dengan pijakan kakinya yang lumayan lega. Asiknya model setang batangan tanpa penutup ini rasanya lebih tinggi ketimbang Mio series yang lain. posisi duduknya jadi lebih tegak dan nyaman.

Untuk pengendara dengan tinggi badan 165 cm, tinggi Yamaha Mio Fino ini juga tidak terlalu menyiksa. Meski jok lebar dan harus sedikit mengangkang tapi kedua kaki tetap menapak sempurna ke aspal.

Bobot isi yang cuma 94 kg juga memudahkan wanita ketika mengendarainya. Kaki tidak perlu menahan beban terlalu berat.

Waktu duduk di posisi boncenger juga terasa nyaman. Alas pantatnya lebar dan terasa empuk dan posisi kaki tidak terlalu menekuk. Sayangnya posisi footstep pembonceng ini masih tetap terlalu keluar, waktu riding jangan lupakan kaki boncenger, jangan sampai nyangkut!

Lalu bagaimana dengan handlingnya? Buat yang sudah pernah geber Mio Sporty atau Soul dijamin mirip-mirip. Pasalnya tiga motor ini punya platform rangka dan mesin yang tidak jauh beda. Tetap lincah dan easy to ride khas Mio series.

Untuk menikung patah di sekitar lokasi test ride yang disediakan Yamaha di Cihampelas Walk, terasa mudah. Karena ringan putar balik jadi gampang dilakukan. Cocok buat pengendara wanita yang secara segmen memang dituju oleh Yamaha dengan produk ini.

Performa
Waktu kunci kontak diputar dan tombol electric starter-nya di pencet, mesin langsung meraung halus. sejak putaran bawah tenaga terasa responsif.

Tiap selongsong gas dibuka, tarikannya cukup cepat untuk matik dengan mesin 113 cc ini. Motor yang dilengkapi dengan mesin serupa dengan Mio Soul ini mengusung mesin satu silinder SOHC yang masih menggunakan karburator, Yamaha mengklaim tenaganya mencapai 8,35 ps di 8.000 rpm dan torsi 7,84 Nm di 7.000 rpm.

Sayangnya karena keterbatasan ruang test yang diberikan Yamaha, kecepatan tidak pernah lebih dari 60 km/jam. Nanti dalam sesi test ride, kita bahas lebih dalam ya!

Fitur 
Sebenarnya, bila dibandingkan dengan Fino lawas tak banyak yang berbeda. Paling mencolok adalah dipisahnya indikator bahan bakar dari rumah speedometer, awalnya sempat ragu, apa masih tetap mudah dilihat karena posisinya ada di kiri dan sangat kecil. Tapi nyatanya gampang saja, jarum indikatornya tetap jelas menunjukan kondisi tangki bahan bakar.

Untuk akomodasi, ruang bagasi di bawah jok Mio Fino memang tidak terlalu besar, sama seperti Mio Sporty. Tapi untungnya ada konsol tambahan di bawah setang. Lumayan untuk menyimpan sarung tangan atau benda-benda kecil lainnya.

Yang namanya cewek, biasanya nenteng tas kemana-mana. Pada Mio Fino ini juga ada gantungan kecil di bawah jok bagian depan. lumayan bisa dipakai untuk menggantungkan tas nih.

Untuk keamanan, Yamaha juga telah menyematkan kunci pengaman bermagnet. Bentuk dan cara menggunakannya persis seperti yang dipakai Yamaha Mio Soul. Mudah dan yang pasti lebih aman!

Oiya, Fino ini juga sudah dilengkapi dengan fitur Automatic Headlamp On (AHO). Jadi jangan panik kalau tidak bisa menemukan saklar lampu depan.

Kalau yang tertarik, silahkan menebus Mio Fino ini setelah tanggal 2 Februari mendatang. Harganya dilepas Rp 13,5 jutaan untuk varian fashion dan sporty. Sedang Mio Fino classic akan dijual dengan harga Rp 13,65 juta.
[...]

Continue



Launching Yamaha Mio J berteknologi injeksi tidak akan lama lagi. Lalu bagaimana dengan komposisi produksinya, apakah akan menggusur Mio Sporty dan Soul yang masih berkarburator?

"Dengan lahirnya Yamaha Mio J, bukan berarti produksi dan penjualan Mio karburator akan berhenti," ungkap Eko Prabowo, General Manager Promotion Yamaha Indonesia.

Lalu bagaimana dengan komposisinya? "Pelan2 ada shifting dengan Mio karburator. Tapi jumlahnya mengikuti permintaan pasar saja," lanjut pria ramah ini tanpa menyebutkan harga jual Mio J.

"Iya belum diputuskan, tunggu tanggal 2 Februari ya," bisiknya sambil menjelaskan di tanggal 2 Februari, dua skubek baru Yamaha, Mio Fino dan Mio J sudah bisa dipesan lewat jaringan dealer pabrikan garpu tala ini.

Yamaha menargetkan penjualan Mio J ini hingga 25 ribu unit per bulannya, dan diharapkan terus meningkat hingga 50 ribu unit per bulan.

Yamaha Mio J mengusung mesin 4-tak SOHC 2 klep dengan kapasitas ruang bakar 113 cc. Yamaha mengklaim tenaganya mencapai 7,75 PS pada 8.500 rpm.

Performa yang sangat baik ini didukung oleh aplikasi teknologi ramah lingkungan Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI). Selain itu aplikasi forged piston dan diasil cylinder juga memastikan ruang bakarnya tetap awet.

Kombinasi teknologi ini membuat Yamaha berani mengklaim konsumsi bahan bakarnya akan lebih irit hingga 30 persen dibanding versi karburator.
[...]

Continue


Akhirnya Yamaha Mio Fino akan resmi dipasarkan di tanah air pada awal Februari mendatang. Kehadirannya kerap disebut mengekor kesuksesan Honda Scoopy yang sudah lebih dulu hadir di Indonesia.

Meski sejatinya, di Thailand Yamaha Mio Fino hadir lebih dulu sejak 2005, sedang Honda Scoopy baru diluncurkan pada 2009. Tapi untuk Indonesia, launching Yamaha Mio Fino memang jauh tertinggal.

"Pada 3-4 tahun yang lalu kami melalukan riset, pasarnya masih niche market, kurang cocok untuk indonesia," buka Dyonisius Beti, Executive Vice President Director Yamaha Indonesia.

"Kami melihat perkembangan terakhir, wanita di Indonesia jauh lebih fashionable. Yamaha Mio Sporty sudah 8 tahun, sudah terlihat biasa. Wanita enggak bisa tampil beda, untuk itu kami hadirkan Yamaha Mio Fino yang lebih menarik untuk wanita," bebernya.

Meski datang belakangan, Yamaha mengaku tidak gentar bila Yamaha Mio Fino dibilang meniru Honda Scoopy. Bahkan pabrikan berlambang garpu tala ini yakin dengan kualitas dan komunikasi yang baik konsumen tetap bisa menerima kehadiran Mio Fino.

"Tidak ada strategi untuk counter isu tersebut," sebut Eko Prabowo, General Manager Promotion Yamaha Indonesia.

"Kita konsentrasi berikan apa yang kita punya. Berikan kualitas, komunikasikan dengan baik dan layanan after sales terbaik. Biar konsumen yang memilih," lanjutnya.

"Paling hanya 0,001 persen dari konsumen yang memilih karena siapa yang lebih dulu," ungkapnya.
[...]

Continue



Mengusung embel-embel "J" di belakang nama Yamaha Mio J, ternyata mengandung arti tersendiri buat Yamaha. Huruf J ini mewakili teknologi injeksi yang diusungnya.

"Yamaha Mio J menggunakan teknologi injeksi Yamaha Mixture JET-Fuel Injection atau yang sering disingkat dengan YMJET-FI," buka M Abidin, Assistant GM Service Yamaha Indonesia.

Nah, dari kata JET yang ada di tengah Yamaha Mixture JET-Fuel Injection inilah huruf "J" diambil. Huruf J ini digunakan sebagai nama belakang generasi Mio terbaru. Tentunya kata JET punya makna cepat atau berperforma baik.

Meski mengusung injeksi bahan bakar yang identik dengan emisi gas buang ramah lingkungan dan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat, motor ini tetap memiliki performa mesin yang cukup baik.

Sedang Mio sendiri berasal dari bahasa Italia yang kalau diartikan bisa bermakna cantik. Jadi, kira-kira si cantik yang performanya baik.
[...]

Continue



Meski belum final, geliat PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) menuju standarisasi emisi Euro3 tetap menarik untuk diperbincangkan. Rencananya, Kawasaki bakal menambah motor ber-injeksi lewat Ninja 250R.

"Rencananya tahun depan, semester kedua," beber Reiner Sitorus, Sales Promotion KKD Departmen Head PT KMI.

Di beberapa negara seperti di Eropa, Jepang dan Thailand yang menjadi basic produksi Ninja 250R, varian ini memang sudah dilengkapi dengan teknologi injeksi. Pasalnya negara-negara tersebut sudah lebih dulu berkutat dengan standarisasi Euro3.

Asiknya, upgrade sistem bahan bakar dari karburator ke injeksi ini juga kabarnya bakal dibarengi dengan sedikit penyegaran pada desainnya. Sayangnya belum diketahui seperti apa detailnya.

Begitu juga dengan harganya, pihak KMI mengaku masih belum bisa memperkirakan lonjakan harga yang akan terjadi.

Secara spesifikasi, sebenarnya tidak akan jauh berbeda. Di Thailand, Ninja 250R versi injeksi tetap mengusung mesin dua silinder DOHC 8 klep dan berpendingin air.
[...]

Continue



Suzuki GSX-R1000 versi 2012 yang akan diperkenalkan di EICMA the Milan Motorcycle Show dipastikan hadir dengan berbagai penyempurnaan. Pembaruan ini menjadi gebrakan setelah penyempurnaan terakhir pada 2009 silam.

Seperti di rilis motorcycle, ada tiga hal utama yang baru. Pertama mesin, lalu perangkat wiring harness dan terakhir ada reduksi bobot. Suzuki mengklaim berat total GSX-R1000 versi 2012 ini lebih ringan hingga 2 kilogram.

Pada mesinnya, Suzuki menyematkan piston dengan teknologi MotoGP. Piston ini lebih ringan hingga 11 persen dibandingkan piston lama yang dipakainya. Cam followers yang digunakan juga 2,5 gram lebih ringan dengan overlap lebih kecil.

Agar lebih bertenaga, Suzuki juga meningkatkan kompresinya. Dari 12,8:1 jadi 12,9:1. Perubahan ini juga dibarengi dengan aplikasi konfigurasi knalpot yang kembali ke formasi awal yaitu, 4-2-1. Knalpot ini juga dibuat dari stanless tipis yang membuatnya lebih ringan.


Hasilnya pabrikan yang bermarkas di Hamamatsu, Jepang ini mengklaim tenaganya 8 persen lebih besar tapi dengan konsumsi bahan bakar yang tetap hemat.

Suspensi depan tetap menggunakan Showa Big Piston tapi kini disetting lebih pendek 7 mm. Stroke-nya juga dikurangi hingga 5 mm. Sedang suspensi belakangnya juga baru meski tetap menggunakan produk Showa.

Sektor pengereman didukung kaliper Brembo monoblock yang juga bisa mengurangi bobot karena lebih ringan. Dan pada penampilan, pembeda mencolok hanya pada posisi air ram di fairing depan yang sedikit berubah.
[...]

Continue



Pecinta sepeda motor 2-tak boleh bertepuk dada, pasalnya Kawasaki yang hingga saat ini masih menjual motor sport 2 tak akan tetap memproduksi dan menjual Ninja 150RR dan Ninja 150 hingga 2015.

"Euro 3 kan di tahun 2015, masih boleh produksi motor 2 tak sampai 2015," buka Freddyanto Basuki, Marketing & Advertising Department Head PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI).

Kawasaki dua tipe Ninja 150 bermesin 2-tak ini begitu digemari karena performanya. Dalam kondisi standar, tenaganya mencapai 30 dk. Sebuah cita rasa yang tidak akan ditemui di mesin 4-tak.

Penjualannya juga masih sangat baik. Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) di tahun 2011, sejak Januari hingga Oktober Ninja 150RR yang berfairing terjual hingga 19.774 unit, sedang Ninja 150R yang tampil naked laku 18.678 unit.

Lalu apa yang akan dilakukan Kawasaki menyambut standarisasi emisi Euro 3? Tentunya setelah Euro 3 di sahkan motor dengan mesin 2 tak akan sulit lolos standarisasi emisi.

"Bukan tidak bisa, tetap bisa dengan penambahan teknologi ramah lingkungan. Cuma biasanya tenaganya agak berkurang dan harganya jadi mahal," aku Freddyanto Basuki yang mengaku masih memikirkan langkah kedepan untuk motor-motor 2-tak adalannya.
[...]

Continue


Siang ini (28/11), PT Astra Honda Motor (AHM) mengajak jurnalis nasional termasuk tim motorplus-online.com untuk mengeksplorasi performa Spacy Helm In PGM-FI. Yuk, simak impresi awal bersama skubek berteknologi injeksi ini.

Secara tampilan tak ada yang berbeda bila dibandingkan dengan versi karburator. Paling hanya striping yang diembel-embeli logo FI atau fuel injection. Dimensi hingga posisi duduknya juga tak ada yang berubah.

Langsung saja ketika kunci kontak diputar, ada lampu kecil menyala sebagai indikator injeksi di panel speedometer. Dalam keadaan darurat seperti ketika terjadi kerusakan sistem injeksi, lampu ini akan berkedip menunjukan komponen apa yang bermasalah. 

Pada sistem pengkabutan bahan bakar elektronik PGM-FI, secara otomatis sistem bisa melakukan self diagnosis. Oke langsung pencet tombol starter, dan greeeeng.. mesin langsung menyala. Kebetulan saat dicoba bisa dengan mudah hidup.

Dengan injeksi Honda mengklaim motornya ini akan lebih mudah dihidupkan meski sudah lama mati. Dan juga dalam kondisi suhu apapun, semua sensor akan langsung menciptakan campuran kabut bahan bakar yang paling ideal. Bahkan lebih sempurna dari auto choke di Spacy versi karburator.

Suara mesinnya tetap halus, tapi ada yang berbeda ketika gas dibuka. Tenaganya diputaran bawah tidak terlalu responsif, tapi terus ngisi, rata hingga 80 km/jam. Karakter ini sedikit beda dengan Spacy karburator yang galak sejak pertama kali gas dibuka.

Selain karena injeksi, perubahan karakter ini ternyata juga disebabkan oleh komponen CVT yang berbeda. Pada Spacy karburator perangkat CVT-nya serupa Honda BeAT, tapi versi injeksi ini pakai CVT yang sama dengan Honda Vario.

Ukuran Pully-nya memang lebih gambot, begitu juga dengan rollernya. Spacy Injeksi pakai roller 13 gram, sedang Spacy pakai 12 gram. Dari sini saja sudah terbaca kalau Spacy karburator lebih responsif, tapi Spacy Injeksi punya keunggulan tenaga merata sampai putaran mesin tinggi. Sayangnya kondisi trek tidak terlalu panjang sehingga sulit merasakan kecepatannya sampai top speed.

Lainnya, tidak ada yang berbeda. Karakter pengereman, redaman suspensi sampai gesekan standar tengah bertemu aspal ketika menikung tajam tetap terasa. Fitur helm-in nya juga tidak berubah. Bagasinya tetap lega memuat helm full face.

Oiya, PT AHM menjual Honda Spacy injeksi ini dengan harga Rp 12,8 juta on the road Jakarta. Harga ini hanya terpaut Rp 250 ribu saja dibandingkan dengan versi karburatornya. Dan Honda menjanjikan konsumsi bahan bakar yang lebih baik, sayangnya belum benar-benar dites seberapa irit. Sabar ya! Pada sesi selanjutnya akan kita coba.
[...]

Continue


Beberapa waktu yang lalu sudah dijajal performa Piaggio Liberty 150 ie lewat sesi first ride. Tapi kok ada yang kurang rasanya kalau tidak benar-benar melakukan pengetesan harian dengan berbagai macam simulasi berkendara.

Alhasil sebuah Liberty 150 ie diboyong ke kantor redaksi. Tujuannya ya untuk mengenal lebih dalam karakter skubek Italia ini. Yuk, kita kupas satu persatu.

Desain dan Fitur
Desainnya berkelas khas Eropa. Tapi tak sedikit juga yang merasa aneh karena bentuknya memang tak lazimnya skubek Jepang kebanyakan yang beredar di tanah air. Urusan yang satu ini kembali ke selera.

Jujur sepanjang jalanan Jakarta, pertanyaan "ini motor apa" berkali-kali diterima. Alhasil kru redaksi harus sering menjelaskan. Walah, udah kaya salesman Piaggio saja..

Aura kroom di beberapa bagian seperti lips sein dan head lamp, spion dan ornamen di bodi depan memang menciptakan kesan mewah. Pelek palang 10 nya juga lebih dekat dengan kesan elegan ketimbang sporty.

Sedang fiturnya sebenarnya tak banyak yang baru. Paling menonjol adalah aplikasi kunci immobilizer. Dengan teknologi ini, sistem pengapian dan anak kunci saling terkoneksi. Tanpa anak kunci yang memiliki kode immobilizer maka sistem pengapian tidak akan berfungsi.
"Meski kunci setang bisa dibobol maling, mesinnya tetap tidak akan bisa hidup," jelas Tommy Pratomo, Service Manager PT Piaggio Indonesia (PI).

Kenyamanan juga didukung oleh kapasitas bagasi di bawah jok yang lumayan lega. Tapi sayangnya helm half face enggak bisa masuk. Sedang laci di bawah setang juga harus berbagi dengan rumah aki. Bila dibandingkan dengan Vespa LX, ruang bagasi Liberty 150 ie ini masih lebih kecil.

Oiya, untuk membuka laci di bawah setang caranya mudah tinggal dorong anak kunci kontak kedepan maka secara otomatis akan terbuka. Yang lucu ketika mau membuka jok, rumah kuncinya jadi satu dengan jok, bukan di bodi.

Handling
Duduk di atas joknya, langsung terasa kalau alas pantat ini cukup tebal. Tingginya juga wajar, pengendara 160 cm masih bisa menapakan kaki dengan sempurna. Ditambah lagi dengan kontur jok yang bagian sisi sampingnya memiliki sudut lebih ramping.

Yang agak kurang nyaman adalah posisi setang yang terasa rendah. Buat pengendara jangkung pasti akan sedikit mengganggu. Tapi tenang, dengan adaptasi sebentar lama-lama juga terbiasa.

Masih soal posisi duduk, untuk boncenger sebenarnya nyaman, karena joknya lebar. Tapi posisi footstep yang terlalu keluar membuat pembonceng harus membuka lebar kakinya, posisi kaki juga jadi lebih keluar ketimbang dek pengendara. Untuk rider harus waspada, hati-hati biar kaki boncenger enggak nyangkut. 
Asiknya, suspensi Liberty 150 ie ini tergolong lembut. Redaman guncangan akibat lubang atau jalanan bergelombang masuk kategori baik, pinggang enggak cepat pegal meski berkendara lama.

Wajar saja, karena sokbraker depan teleskopiknya berdiameter 30 mm, gede kan! Setara motor-motor sport, Honda Tiger saja 31 mm. Sedang suspensi belakang punya empat setelan kekerasan.

Kombinasi roda 14 inci di belakang dan 15 inci di depan yang dibalut ban tebal tipe tubeless 80/90-15 dan 100/80-14 juga mendukung kenyamanan. Sayangnya ukuran ban 15 inci masih jarang tersedia dipasaran.

Tapi urusan selap selip di kemacetan memang tidak selincah skubek ber-wheel base pendek seperti Yamaha Xeon atau Honda Vario. Sebagai gantinya, stabilitas saat melaju diatas 80 km/jam lebih anteng.

Oiya, menikung ke kiri jangan terlalu rebah ya! Standar sampingnya acap kali bergesekan dengan aspal. Hal yang sama juga terjadi ketika melintasi polisi tidur sambil berboncengan.

Performa
Mesin yang dipakai sama seperti jantungnya Vespa LX 150ie. Kapasitas mesinnya sama-sama 149,5 cc dengan konfigurasi bore x stroke, 48,6 mm x 62,8mm. Powernya setara dengan 8.6 kW di 8.000 rpm.

Mesin ini lebih mudah dinyalakan dalam kondisi apapun karena sistem injeksinya sudah menganut sistem close loop. Lewat O2 sensor di knalpotnya, suplai bahan bakar selalu dibuat ideal.

Saat pertama kali mesin dinyalakan, getaran memang cukup terasa, tapi seketika hilang ketika gas mulai dibuka. Dari posisi diam sampai kecepatan sekitar 30 km/jam akselerasinya terasa berat. Makin dalam gas dibuka baru terasa responsif.
Dari 30 km/jam sampai kecepatan 80 km/jam mudah diraih. Dan memang paling asik bermain di range kecepatan segitu, torsinya lebih berasa. Sayangnya dikecepatan tinggi tenaganya jadi malu-malu, top speednya hanya 100 km/jam dilihat dari speedometer.

Konsumsi Bahan Bakar
Jalan-jalan diseputaran Jakarta sambil bermacet-macet dan sesekali buka gas untuk ngebut, konsumsi bahan bakar Liberty 150ie masih oke. Satu liter bensin bisa membawa kita berjalan hingga 32 kilometer.
[...]

Continue



Kawasaki ER-6N, cocok buat daily riding
PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) ingin terus membidik pasar berbeda dibanding pabrikan motor Jepang lainnya di Tanah Air. Sebab hari ini (25/11), KMI bakal kembali meluncurkan dua varian moge terbarunya. Yaitu, Kawasaki ER-6N dan Ninja 650R.

Makin menarik, harga yang akan ditawarkan ke pasaran! Buat ER-6N, cuma dilepas Rp 99 juta (On The Road, Jakarta). Sedang bagi Ninja 650R, sedikit lebih mahal. Tapi, masih di angka Rp 100 jutaan. Tepatnya, Rp 105 juta!

Harga yang ditawarkan, tergolong menarik. Setidaknya sobat yang kepincut ingin punya moge 600cc, keduanya memang bisa jadi pilihan menarik. Apalagi, sodoran harga itu tidak terlalu tinggi jika dibanding moge Jepang 600cc lain. Ya, yang datang lewat Importir Umum (IU).

Sebelum launching, MOTOR Plus diberi kesempatan KMI buat menjajal langsung varian terbaru ini. Sebenarnya, secara spesifikasi keduanya tidak jauh beda. Artinya, antara ER-6N dan Ninja 650R punya basis mesin sama. Termasuk wheelbase dan sasis. Cuma beda nama karena Ninja 650R aplikasi fairing. Pacuan sport berfairing diharuskan mengadopsi nama Ninja oleh Kawasaki di Jepang sono.

Engine 4-tak dua silinder segaris yang diaplikasi ER-6N dan Ninja 650R menyimpan kapasitas silinder murni 649cc. Seiap silinder, dijejali piston 83mm dengan stroke 60mm.

Jadi Ninja 650R karena pakai fairing
Meski dua silinder, karakter engine yang ditawarkan lebih kepada torsi. Torsi maksimum 64 Nm bakal keluar ketika sentuh 7.000 rpm. Tentu berbeda dengan karakter supersports yang cenderung bermain di atas 10.000 rpm. Jadi, buat daily riding atau beraktivitas di perkotaan pun tidak masalah.

Lewat postur tubuh yang 178 cm/64 kg, berkendara ER-6N yang tampil naked, rasanya tidak ada kendala. Begitu juga dengan Ninja 650R. Selain didukung position riding bergaya sport turing, kedua kaki juga bisa menjejak sempurna. Karena tinggi jok ke tanah hanya 805mm.

Apalagi, bobot masih tergolong ringan jika dibandingkan moge supersports. Toh, meski Ninja 650 mengaplikasi fairing pun, perbedaan bobot keduanya tidak jauh berbeda. So, lagi-lagi, kehadiran moge berbanderol Rp 100 jutaan dari Kawasaki ini bisa saja menjawab impian sobat yang rindu akan moge.

Tunggu test ride-nya!
[...]

Continue



Berkendara dengan Kawasaki ZX-6R, seperti merasakan neraka dan surga. He..he..he... Tapi, jangan berpikir yang enggak-enggak dulu ya. Itu hanya sebatas kiasan. Dari dua paduan berbeda itu bisa dirasakan dalam satu sensasi sekaligus. Ya, ketika tubuh 178 cm/64 kg ini nyemplak supersports 599cc itu buat aktivitas harian di Ibu Kota.

Hell atau neraka yang kata-katanya penuh siksaan, tidak ubahnya berkendara pacuan bermesin 4 silinder segaris ini kala menembus kemacetan. Terik matahari, ikut membuat suhu mesin meningkat. Tak salah kalau indikator suhu mesin di spidometer, beranjak hingga 110º celcius. Sedang suhu udara di luar, capai 32º. Akibatnya, tubuh yang mendekap besutan berdimensi (PxLxT) 2.090mm x 705mm x 1.115mm itu ikut mandi keringat.

Sebenarnya ketika suhu engine capai 100º, extra fan langsung bekerja buat pendinginan mesin. Tapi, ketika berjalan, suhu berangsur turun seiring angin yang masuk ke sela fairing dan radiator.

Suhu engine pun bisa drop ke 102º. Tetapi, tenang. Batasan overheat di ZX-6R pada suhu 120º lebih. Atau, ketika indikator di spidometer tunjukan tulisan HI. Kalau HI, cukup matikan engine dulu. Baru setelah suhu turun, silakan digeber lagi.

Rambatan panas dari engine, ikut menghangatkan kedua sisi dalam paha. Itu karena sasis deltabox yang diapit selama berkendara juga ikut hangat. Siksaan lain kala macet, dirasakan telapak tangan.

Penyebabnya, riding position yang merunduk. Jadi, telapak tangan bakal alami kesemutan juga pegal. Rasanya, ingin sekali turun dan istirahat sejenak.

Tapi, semua itu berangsur hilang seiring jalan dan kondisi malam hari yang lengang. Semua yang dialami, seakan membawa rider seperti berada di surga.


 Lengan ayun diikuti kekerasan sok yang bisa diatur, bikin percaya diri!(kiri atas). Ketemu jalan sepi? Gasss...!(kiri bawah). Deru suara bakal lebih liar jika diikuti pengantian muffler!(kanan)
Ya, di kala semua terasa indah untuk dinikmati ketika berkendara dengan pacuan senilai Rp 211 juta (on the road Jakarta) ini. Tidak ada pegal tangan berlebih seperti dialami ketika di kemacetan.

Mulai dari akselerasi hingga kenikmatan berkendara, semua ditawarkan. Menikung dan berakselerasi di kondisi jalan sepi, bikin adrenalin naik. Menunggang ZX-6R, tidak ubahnya berkendara dengan pacuan ber-cc kecil.

Selap-selip mendahului kendaraan di depan terasa mudah. Untuk berganti jalur atau change line, tidak temui kesulitan meski bobot kosong ZX-6R mencapai 191 kg. Tapi, tentunya diimbangi tubuh buat ikuti pergerakan kemudi dan arah motor.

Tidak terasa ketika berakselerasi dari gigi satu, kecepatan tembus hingga 130 km/jam. Sedang rpm, baru di 14.000. Setiap perpindahan gigi, roda depan terus terangkat hingga gigi 3. Dan, saat itu kecepatan sudah menunjukkan lebih dari 180 km/jam. Padahal, masih ada 3 gigi lagi tersisa tuh. Ketika roda terangkat pun, stabilizer setang mulai berperan mencegah gelaja goyang berlebih di kemudi.

Sayangnya, sulit buat mencapai kecepatan lebih dari 240 km/jam di jalan Ibu Kota. Apalagi rem pakem yang ditawarkan dua cakram depan dan kaliper Nissin, membuat lengan dan tubuh harus kuat menopang. Jika tidak, tubuh bakal dilempar jika melakukan pengereman mendadak. So, musti waspada buat buka gas dan pengereman. Terutama, untuk sobat yang baru jajal supersports.

 Desain sharp diiringi pencahayan maksimal buat malam
Sebagai speedgoers alias pecinta kecepatan, berakselerasi pakai ZX-6 seakan membawa diri hingga langit ke-7. Capai kecepatan 0–100 km/jam, cuma butuh 3,9 detik dengan jarak 53,6 meter.

Tenaga 119 dk/12.500 rpm di ZX-6R, membuat jarak 201 meter ditempuh dalam waktu 7,8 detik di kecepatan 150,2 km/jam. Itu pun, waktu cukup terbuang banyak untuk start dari gigi I, lho. Sebab jika langsung geber, pastinya torsi besar ZX-6 yang capai 66,7 Nm/ 11.800 rpm bakal menghempas tubuh.

Tidak terasa, keliling Ibu Kota di kondisi jalan yang bervariasi, konsumsi bbm bermain 1 : 15. Setiap 1 liter Pertamax Plus yang dihabiskan, sanggup buat tempuh 15 km. Wajar. Selain 600cc, ZX-6R juga kerap digeber lebih dari 150 km/jam. Usah khawatir, tangki ZX-6R berkapasitas 17 liter. Bikin gak mau turun!
[...]

Continue



Malam ini PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) resmi meluncurkan dua moge 650 cc-nya. Kawasaki ER-6n dan Ninja 650R, diperkenalkan di sebuah mall di Jakarta Utara.

Harga jualnya resmi dilepas Rp 99 juta untuk naked bike ER-6n dan Rp 104 juta untuk Ninja 650R. "Beda hanya Rp 5 juta saja," beber Reiner Sitorus, Sales Promotion KKD Departmen Head PT KMI.

Menurutnya harga ini adalah harga yang wajar untuk moge yang diproduksi di Thailand sebagai produk global. Selain dijual di kawasan Asia, moge ini juga dilepas di Amerika, Eropa dan Jepang.


Desain yang diluncurkan kali ini juga mengikuti bentuk ER-6n dan Ninja 650R terakhir atau yang paling baru. Jok berundak, bentuk batok lampu baru dan swing arm yang lebih dinamis jadi cirinya.

Sedang mesinnya mengusung dua silinder segaris, DOHC dan memiliki 8 katup. Kapasitas mesinnya bersih 649 cc dan sudah dilengkapi dengan pendingin air.

Asiknya, inden untuk pembelian motor ini lumayan cepat. "Pesan bulan November ini, delivery kira-kira di bulan Desember untuk ER-6n. Sedang Ninja 650R pada Januari," beber Reiner yang menargetkan penjualan masing-masing tipe 100 unit perbulan. Minat?
[...]

Continue


Ups, foto-foto generasi terbaru Yamaha Nouvo bocor di dunia maya. Yamaha Nouvo terbaru ini digadang-gadang akan menjadi pengganti Nouvo Elegance yang sebelumnya dijual masal di Vietnam dan Thailand.

Sebuah media Vietnam membocorkan beberapa foto-fotonya. Motor yang masih dalam keadaan dibungkus peti ini nampak lebih futuristik di beberapa bagian.

Lampu utamanya bukan lagi model split di bodi depan, tapi satu berukuran besar di tengah. Malah bentuknya mirip moge Yamaha XJ6.
Garis-garis bodinya juga lebih tajam. Lampu belakang dibuat tipis dipadu sein yang menggelantung di bagian samping. Speedometernya paduan digital dan analog dibungkus cover bergaya robotic.


Sedang kaki-kakinya masih khas Nouvo yang pakai ring 16 inci dan kabarnya tetap mengusung mesin 135cc berteknologi injeksi bahan bakar.

Sayangnya di Indonesia Yamaha Nouvo hanya bertahan sampai generasi kedua atau versi Nouvo Z. Sedang generasi penerusnya, Nouvo Elegance tidak dijual masal di tanah air. Sedang yang ini? Sayang, belum ada kabar akan masuk Indonesia.

[...]

Continue



Rasanya baru kemarin, informasi seputar Yamaha Mio injeksi dibeberkan, kali ini foto-fotonya sudah beredar di dunia maya. Meski tidak terlalu jelas, tapi cukup memberikan gambaran seputar desain barunya.

Lewat sebuah foto yang diperoleh dari sebuah blog khusus sepeda motor, bisa dilihat bentuk cover bodi depannya tak jauh beda bila dibandingkan dengan Yamaha Mio Sporty.

Tetap ramping dan memiliki head lamp di setang. Bentuk lampu sein yang juga merangkap lampu senja didesain lebih tajam. Pipih dan memanjang.

Seorang narasumber di PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) juga tidak menampik kebenaranya. "Iya, betul itu motornya. Saat ini memang sedang dilakukan tes," bebernya pria bersahaja yang enggan disebutkan identitasnya.

"Depannya ramping seperti Mio Sporty, tapi belakangnya agak lebar kaya Mio Soul. Bagasinya juga luas loh," ungkapnya bersemangat.

Seperti di beritakan sebelumnya, skubek baru ini rencananya akan dipasarkan mulai di tahun 2012 mendatang. Mesinnya tetap 115 cc tapi benar-benar baru.

Teknologinya tentu saja mengusung injeksi dari Yamaha. Yamaha Mixture Jet-Fuel Injection (YM JET-FI) menjadi andalan. Oiya, soal nama juga akan tetap pakai Mio. Tentunya sebagai penerus kejayaan motor matik paling laris di Indonesia!
[...]

Continue



Beberapa hari yang lalu info skubek baru Honda bermesin 125 cc injeksi sudah dilontarkan. Dan kini, info tambahan seputar motor ini kembali diperoleh.

Disela launching Supra X 125 Helm In dan Spacy injeksi, seorang narasumber dari product development Honda mengakui sedang menyiapkan skubek baru.

"Ya, mesinnya 125 cc injeksi. Yang pasti akan top banget," bangga pria ramah ini. Sedang peluncurannya hampir pasti akan dilakukan tahun depan. "Yang ini untuk 2012," lanjutnya.

Sayangnya, tidak dirinci nama dan desain seperti apa yang akan digunakan. Tapi fitur helm in kabarnya juga akan disematkan. Bagasi berukuran luas bakal jadi salah satu fiturnya.

Begitu juga dengan mesin 125 cc yang akan digunakan tidak jauh berbeda dari global engine 125 cc yang pernah dirilis Honda awal September lalu.

Honda mengklaim, mesin barunya ini lebih hemat bahan bakar hingga 25 persen bila dibandingakan dengan mesin skubek 125 cc konvensional.

Mesin ini juga telah dilengkapi dengan ACG starter yang menggabungkan cell motor dengan alternating current generator. Efeknya, selain mesin lebih ringkas, fitur idling stop system juga bisa disematkan.

Tapi belum ada keterangan lebih lanjut apakah ACG starter dan fitur idling stop system juga akan dipakai pada skubek baru Honda ini.
[...]

Continue